Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri: Sembahyang kepada Bumi dan Laut di Parangtritis

Di tengah debur ombak Pantai Parangtritis, puluhan sesepuh adat dan masyarakat pesisir menggelar ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri. Ritual yang berarti “Sembah kepada Bumi dan Pemujaan Laut” ini menjadi wujud syukur atas karunia alam sekaligus permohonan keselamatan kepada Ratu Kidul, penguasa laut selatan Jawa. Pada Jumat, 10 November 2024, tradisi ini kembali mengundang ribuan wisatawan untuk menyaksikan kekayaan spiritual Nusantara.

Makna dan Filosofi Ritual

Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri adalah ritual adat Jawa yang menggabungkan dua elemen:

  • Pertiwi (Bumi): Ucapan syukur atas kesuburan tanah, hasil laut, dan kehidupan manusia.
  • Jaladri (Laut): Penghormatan kepada Ratu Kidul sebagai penjaga keseimbangan alam dan pelindung nelayan.

“Laut memberi kehidupan, tetapi juga bisa mengambil. Ritual ini pengingat bahwa manusia harus menjaga harmoni dengan alam,”

Ki Ageng Suryo, Sesepuh Adat Parangtritis.

Rangkaian Acara Ritual

Ritual berlangsung dari pagi hingga malam dengan tahapan sakral:

  • Persiapan Sesajen (06.00-09.00)
  • Perempuan adat menyiapkan ubarampe (sesajen) berupa:
  • Nasi tumpeng (berbentuk kerucut)
  • Jenang merah dan putih
  • Bunga tujuh rupa
  • Rujak serut
  • Ayam ingkung (ayam utuh dengan kaki terikat)
  • Prosesi ke Pantai (10.00-12.00)
  • Kirab sesajen diarak dari Pendopo Parangtritis ke bibir pantai.
  • Diiringi gamelan sekaten dan nyanyian tembang Jawa.
  • Puncak Ritual (14.00-16.00)
  • Sembahyang Bumi: Sesepuh adat menabur bunga dan nasi ke pasir sambil membaca doa.
  • Sembahyang Laut: Sesajen dialirkan ke laut sebagai simbol persembahan kepada Ratu Kidul.
  • Larungan: Pelepasan miniatur perahu berisi sesajen ke tengah laut.
  • Pentas Seni Budaya (19.00-22.00)
  • Pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Ratu Kidul”.
  • Tari Bedhaya Ketawang (tarian sakral penghormatan Ratu Kidul).

Uniknya Ritual untuk Wisatawan

Meskipun bersifat sakral, wisatawan diperbolehkan menyaksikan dari jarak tertentu. Pengalaman menarik yang bisa dirasakan:

  • Suasana mistis: Aroma dupa, debur ombak, dan kidungan doa menciptakan nuansa spiritual.
  • Fotografi etnik: Moment sesepuh adat berpakaian Jawa lengkap dengan blangkon.
  • Kuliner khas: Jajanan tradisional seperti jadah tempe dan thiwul disajikan gratis.

Tips untuk Wisatawan

  • Pakaian sopan: Gunakan kemeja/batik untuk pria, dan kain jarik untuk wanita.
  • Dilarang keras:
  • Berteriak atau bertingkah laku tidak sopan di area ritual.
  • Mengambil foto jarak dekat tanpa izin.
  • Waktu terbaik: Datang pukul 13.00 untuk menyaksikan puncak ritual.
  • Akomodasi: Sewa homestay di Parangtritis 2 hari sebelum ritual (harga mulai Rp 150.000/malam).

Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri adalah warisan leluhur yang mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam. Bagi wisatawan, ritual ini bukan sekadar tontonan, tetapi pelajaran hidup tentang menghormati lingkungan. Pantai Parangtritis kembali membuktikan dirinya sebagai destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, budaya, dan spiritualitas.

Lokasi Ritual:

Area Pantai Parangkusuma, Bantul, Yogyakarta

Akses Menuju Lokasi :

Dari Yogyakarta: 1 jam (27 km). Naik bus Trans Jogja rute 4B ke Terminal Giwangan, lanjut ojek (Rp 25.000).

Fasilitas Pendukung:

  • Area parkir khusus ritual (Rp 10.000)
  • Toilet tradisional
  • Warung makan adat
  • Sewa pakaian Jawa (Rp 50.000/set)

Kontak Panitia:

  • Telepon: (0274) 367524
  • Instagram: @visitparangtritis

Aturan Khusus:

  • Wanita haid dilarang ikut prosesi inti.
  • Dilarang memakai atribut merah (warna sakral Ratu Kidul).
  • Wisatawan wajib dampingi pemandu lokal.

 Galeri:

Lokasi:

admin

Writer & Blogger

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Visit Parangtritis

Lokasi

Ikuti Kami

Copyright Visit Parangtritis © 2025