Di tengah debur ombak Pantai Parangtritis, puluhan sesepuh adat dan masyarakat pesisir menggelar ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri. Ritual yang berarti “Sembah kepada Bumi dan Pemujaan Laut” ini menjadi wujud syukur atas karunia alam sekaligus permohonan keselamatan kepada Ratu Kidul, penguasa laut selatan Jawa. Pada Jumat, 10 November 2024, tradisi ini kembali mengundang ribuan wisatawan untuk menyaksikan kekayaan spiritual Nusantara. Makna dan Filosofi Ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri adalah ritual adat Jawa yang menggabungkan dua elemen: “Laut memberi kehidupan, tetapi juga bisa mengambil. Ritual ini pengingat bahwa manusia harus menjaga harmoni dengan alam,” – Ki Ageng Suryo, Sesepuh Adat Parangtritis. Rangkaian Acara Ritual Ritual berlangsung dari pagi hingga malam dengan tahapan sakral: Uniknya Ritual untuk Wisatawan Meskipun bersifat sakral, wisatawan diperbolehkan menyaksikan dari jarak tertentu. Pengalaman menarik yang bisa dirasakan: Tips untuk Wisatawan Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri adalah warisan leluhur yang mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam. Bagi wisatawan, ritual ini bukan sekadar tontonan, tetapi pelajaran hidup tentang menghormati lingkungan. Pantai Parangtritis kembali membuktikan dirinya sebagai destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, budaya, dan spiritualitas. Lokasi Ritual: Area Pantai Parangkusuma, Bantul, Yogyakarta Akses Menuju Lokasi : Dari Yogyakarta: 1 jam (27 km). Naik bus Trans Jogja rute 4B ke Terminal Giwangan, lanjut ojek (Rp 25.000). Fasilitas Pendukung: Kontak Panitia: Aturan Khusus: Galeri: Lokasi: