Bukit Parangtritis menawarkan pengalaman paralayang tandem yang memukau dengan latar Samudra Hindia yang luas. Terletak di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut, spot ini menjadi surganya pecinta adrenalin dan fotografi landscape. Dengan angin yang stabil dan pemandu berpengalaman, paralayang di sini aman bahkan untuk pemula. Selama 15-20 menit penerbangan, Anda akan merasakan sensasi terbang bebas sambil menikmati panorama 360 derajat: hamparan pasir emas, ombak biru, dan perbukitan hijau yang memukau. Aktivitas ini telah menjadi ikon wisata ekstrem di Yogyakarta dengan standar keselamatan internasional. Daya Tarik Utama Biaya Jenis Layanan Tarif Durasi Fasilitas Paralayang Tandem Rp 450.000/orang 15-20 menit Instruktur, peralatan, asuransi Dokumentasi GoPro + Rp 150.000 20 menit 10 foto edit + video 3 menit Paket Hemat (2 orang) Rp 800.000 20 menit Instruktur, GoPro, snack Paket Romantis Rp 1.200.000/pasangan 30 menit Champagne, bunga, video cinematic Catatan: Aksesibilitas Lokasi:Bukit Parangtritis, Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, Yogyakarta Rute Perjalanan: Fasilitas Pendukung: Tips untuk Wisatawan Baru
Festival Layang-layang Internasional
Parangtritis kembali menggelar Festival Layang-Layang Internasional yang memukau, menjadi atraksi tahunan paling dinanti wisatawan. Acara yang digelar setiap bulan September ini menyatukan ratusan peserta dari berbagai negara untuk memamerkan layang-layang kreasi unik mereka. Dengan latar Samudra Hindia yang megah, langit Parangtritis berubah menjadi kanvas hidup berwarna-warni, dihiasi oleh layang-layang berbentuk naga, kupu-kupu raksasa, hingga karakter mitologi Jawa. Festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga simbol kebersamaan lintas budaya dan pelestarian tradisi penerbangan layang-layang yang telah ada sejak abad ke-15. Selama tiga hari penuh, pengunjung disuguhi berbagai aktivitas seru. Di pagi hari, terlihat peserta bersiap-siap merakit layang-layang dengan desain rumit, beberapa di antaranya menggunakan teknologi modern seperti LED untuk pertunjukan malam. Sore harinya menjadi puncak keasyikan saat ratusan layang-layang menghiasi langit, diiringi musik tradisional dan teriakan sorak penonton. Tak hanya itu, festival ini juga dimeriahkan dengan workshop pembuatan layang-layang untuk anak-anak, lomba foto aerial, serta stan kuliner khas pesisir yang menjual makanan seperti sate klathak dan es dawet. Para peserta dari Jepang, Tiongkok, dan Belanda turut membagikan teknik pembuatan layang-layang khas negara mereka, menciptakan pertukaran budaya yang hidup. Bagi wisatawan, festival ini menawarkan pengalaman tak terlupakan. Mereka bisa ikut menerbangkan layang-layang di area khusus, berfoto dengan latar langit penuh warna, atau sekadar duduk di pasir sambil menikmati debur ombak dan pemandangan spektakuler. Keunikan festival ini terletak pada perpaduan antara atraksi visual yang memukau dan nilai edukasi tentang pentingnya melestarikan tradisi. Seperti kata salah satu peserta asal Yogyakarta, “Layang-layang bukan hanya mainan, tetapi warisan leluhur yang mengajarkan kita tentang kesabaran, kreativitas, dan harmoni dengan alam.” Dengan demikian, Festival Layang-Layang Internasional bukan hanya sekadar event, tetapi juga wujud cinta pada budaya dan alam Parangtritis. “Festival Layang-Layang Internasional”